bahagia


 


she was a poem, but he choose to read another one.

aku tau kamu sedang ada banyak hal yang harus kamu pikir. aku tau kamu capek, kamu perlu istirahat, kamu perlu duduk sebentar. aku juga tau kalau kamu sedang mempersiapkan sesuatu yang ingin kamu bicarakan denganku.

tidak apa-apa selama itu bukan tentang masa lalu. tapi kalau itu tentang masa lalu yang melibatkan aku didalamnya, boleh nggak aku jadi egois dulu dengan bilang ke kamu kalo aku sudah nggak mau bicara tentang hal itu lagi?

udah terlambat, percuma, ga ada artinya. harusnya kalau kamu mau ngomong tentang itu, waktu yang pas adalah 3 tahun yang lalu.

aku nggak tau pasti tentang apa yang bakalan kamu omongin panjang lebar, tapi satu yang aku tau bahwa apapun yang akan kamu bilang nanti, itu hanya akan membuat hati dan pikiran kamu lega. sedangkan aku enggak.

apapun yang akan kamu katakan nanti, tidak akan merubah sedikitpun pandangan aku kepada kamu bahwa kamu tetaplah kamu yang aku kenal. bahwa kamu tetaplah seorang yang tenang, pemikir, punya suara yang bagus, baik, sedikit pengecut, dan banyak ragunya.

sejujurnya aku takut ketika kamu bilang kalau kamu mau ngomong panjang lebar karena seperti yang kamu tau terakhir kali kamu ngomong panjang lebar itu bakalan bikin kita makin jauh. aku gamau makin jauh dan makin canggung sama kamu.

semua tentang kamu sudah aku susun rapi di laci memori yang paling bawah. sengaja biar ketimbun sama yang lain karena aku nggak mau lupa sama kamu tapi aku juga gamau inget-inget kamu lagi.

boleh nggak aku minta sama kamu buat melupakan semua yang pernah terjadi diantara kita? bahwa semua yang pernah kamu dan aku ucapkan tempatnya adalah di masa lalu, bukan masa sekarang. kalau sekarang mah waktunya kita ngurus kehidupan kita masing masing.

kamu inget nggak? dulu aku pernah chat kamu, aku pernah mau ngajak kamu ketemuan di perantauan kamu. kamu masih inget nggak aku pernah bilang ke kamu bahwa ada sesuatu yang mau tak sampein tapi aku maunya kita ngobrol empat mata. sesuatu itu adalah tentang apa yang pernah terjadi di masalalu. aku mau ngungkit semuanya lagi, aku mau nanya semua hal yang masih menjadi tanda tanya di kepalaku. tapi ternyata Tuhan nggak ngizinin kita buat ketemu. dan semenjak itu aku memutuskan untuk mengubur semuanya dalam-dalam. karena aku sadar kalau aku bukan siapa-siap kamu

aku bukan siapa siapa buat kamu

makanya dulu pas kita masih dekat, aku nggak pernah sekalipun nanya kabar kamu gimana, sekarang lagi sama siapa, bahkan ketika kamu memutuskan untuk pergi dengan bahagiamu, aku nggak bisa marah. aku nggak bisa ngelarang kamu buat pergi. karena sekali lagi aku sadar memang dari dulu aku bukan siapa-siapa kamu.

inget ga dulu pas idul fitri kamu pernah dm aku buat minta maaf. aku engga langsung meng-iyakan pada awalnya. tapi aku nanya dulu salah kamu apa kok sampe minta maaf dan kamu ngga bisa jawab itu. kamu ngga pernah bisa jawab petanyaan yang aku kasih ke kamu. kamu tau ngga maksud aku gimana? aku cuma mau kamu ngaku, aku cuma mau kamu bilang dengan mulut kamu sendiri salah kamu itu apa ke aku. tapi kamu ngga pernah bisa ngelakuin itu.

udah ngga bisa. hubungan kita udah ngga sehat lagi, dan pada saat ini ditulis aku dengan senang hati membuka lebar pintu keluar buat kamu. jangan kembali lagi ya, jangan nengok ke aku lagi, jangan sapa aku lagi. anggap aja aku ngga pernah ada dalam hidup kamu. aku harap kamu menemukan bahagiamu sendiri, begitupun aku. selamat berbahagia dengan cewemu yang ga seberapa itu. 

Komentar